Makna Mengajar

ok1

Mengajar tidak semata-mata melakukan transformasi ilmu, nilai-nilai, ketrampilan dan semacamnya. Jika kita cermati secara lebih seksama, ternyata mengajar adalah suatu proses yang memiliki dimensi makna yang sangat luas. Setidak-tidaknya ada lima manka mengajar yang bisa kita hayati dan kembangkan.

  1. Mengajar berarti sedang menyiapkan pemimpin masa depan bangsa. Dengan demikian masa depan suatu bangsa ditentukan oleh bagaimana guru mengajar. Kalau gurunya otoriter, maka guru juga sedang mempersiapkan pemimpin yang otoriter. Kalau cara mengajarnya demokratis, maka ia juga sedang mempersiapkan para pemimpin yang demokratis. Demikian pula halnya kalau gurunya cerdas, ia sebenarnya juga sedang mempersiapkan para pemimpin masa depan.
  2. Mengajar berarti membangun peradaban bangsa. Peradaban bangsa berarti karakter dan prestasi yang diraih oleh sebuah bangsa. Bangsa yang beradab adalah bangsa yang memiliki karakter dan mengukir prestasi. Nah, kalau guru-guru yang mengajar menampilkan sosok peradaban yang baik, maka kelak pun akan lahir generasi yang juga berperadan baik, sebut saja misalnya disiplin, toleransi, bertanggungjawab,  dan sebagainya. Singkatnya guru yang mengajarnya penuh dengan nilai, maka ia juga sedang membangun peradaban yang bernilai.
  3. Mengajar berarti menjaga kesinambungan kehidupan, baik itu budaya, agama, dan peradaban. Dengan demikian guru sesungguhnya merupakan penghubung kehidupan. Guru-guru yang mengajarkan baik, sesungguhnya ia sedang menjaga keberlangsungan dan keterhubungan nilai-nilai atau apapun namanya pada masa lalu yang baik dengan kehidupan sekarang, dan juga kehidupan berikutnya. Sebaliknya guru yang perilaku mengajarkan tidak baik, maka sesungguhnya ia sedang memutuskan atau menghancurkan kehidupan, terutama menghancurkan hal-hal baik pada masa lalu yang akan dilanjutkan pada kehidupan masa kini dan yang akan datang.
  4. Mengajar juga berarti upaya pembebasan masyarakat dari kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, kelemahan iman, dan sebagainya. Inilah yang yang oleh Paulo Freire disebut dengan mengajar sebagai proses pembebasan atau transformasi dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari kemiskinan menjadi “kaya”, dari keterbelakangan menjadi maju, dan sebagainya.
  5. Mengajar juga berarti sedang membangun kekuatan suatu bangsa, baik berupa kekuatan budaya, sosial, ekonomi, dan termasuk kekuatan iman. Berbagai macam kekuatan tersebut sesungguhnya dibentuk melalui proses aktif manusia. Manusia bisa memperkuat semuanya itu, tetapi pada saat yang sama manusia juga bisa melemahkan bahkan meruntuhkan semuanya itu. Nah, membangunm, melemahkan, atau meruntuhkan bidang-bidang kekuatan itu bisa dilakukan melalui pendidikan, yang proses-prosenya  disebut dengan pembelajaran.

Kalau digali lebih luas lagi sepertinya masih banyak dimensi-dimensi yang bisa dijelaskan dari makna mengajar. Mudah-mudahan lima makna mengajar tersebut bisa menambah wawasan tentang makna mengajar. Pada gilirannya dengan memperkaya makna terhadap apa yang kita lakukan menambah semangat dan kebermaknaan dunia pembelajaran yang kita geluti. Amien.

Komentar anda

email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>